MALUTPOST-TERNATE. Pengadilan Negeri (PN) Ternate kembali gelar sidang terhadap Rama A. Ismail alias Rama, terdakwa perkara tindak pidana narkotika golongan satu bukan dalam bentuk tanaman jenis sabu-sabu (SS). Sidang dengan agenda pembacaan putusan yang digelar Rabu (30/12) pekan kemarin dipimpin langsung oleh hakim ketua, Ferdinal.

Dalam sidang, terdakwa Rama dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara tanpa hak dan melawan hukum, memiliki dan menguasai narkotika golongan 1 dalam bentuk bukan tanaman, sebagaimana dakwaan kedua Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Terdakwa Rama dijatuhi hukuman pidana selama 4 tahun dan 6 bulan diikuti denda RP 800 juta. Sesuai ketentuan, apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara selama 6 bulan. Sidang dengan agenda pembacaan putusan dipimpin hakim ketua Ferdinal.

Sesuai amar putusan, hakim menyebut, masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangi seluruhnya dari vonis pidana dengan perintah terdakwa tetap ditahan dalam tahanan.

Barang bukti yang berhasil dirampas untuk dimusnahkan yakni sembilan sachet narkotika jenis sabu seberat 2,0 gram dan satu buah pembungkus rokok. Di waktu yang sama, PN juga menggelar sidang putusan terdakwa Jainal I. Mahmud alias Enal, Terdakwa penyalahgunaan narkotika golongan 1 bagi diri sendiri. Sesuai putusan, terdakwa Jainal I. Magmud divonis pidana penjara selama 2 tahun.

Hakim dengan tegas menyatakan, terdakwa Jainal I. Mahmud terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan 1 bagi diri sendiri, sebagaimana dawaan ketiga JPU. Karena itu, hakim memerintahkan, masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangi dari vonis pidana dengan perintah, terdakwa tetap berada dalam tahanan. Barang bukti yang dimusnahkan yakni dua sachet kecil narkotika jenis sabu dengan berat 1,2 gram. (mg-07/aji)