MALUTPOST.DARUBA – Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Pulau Morotai, berhasil membekuk bandar narkotika jenis ganja yang beroperasi di Morotai.

Kapolres Kabupaten Pulau Morotai, AKBP A’an Hardiansyah, kepada sejumlah awak media, Senin (18/1) menjelaskan, penangkapan kasus bandar narkoba ini bermula saat anggota intel Polres Morotai menerima informasi dari warga.

Di Desa Yayasan, Kecamatan Morotai Selatan (Morsel) ada sejumlah pemuda yang merayakan malam tahun baru. “Kasus ini sebenarnya berlangsung pada awal Januari lalu, namun karena kebutuhan pengembangan penyelidikan, maka baru dirilis, Senin (18/1),” jelas Kapolres.

Kapolres mengungkapkan, setelah anggota Polres diturunkan untuk mengecek informasi wargasoal perayaan tahun baru, ternyata didapat sejumlah warga sedang asik minum minuman keras (Miras). Setelah diperiksa, salah satu pemuda ketahuan membawa satu linting ganja (gulungan berbentuk rokok). “Dari pengakuan salah satu warga yang membawa ganja, polisi lalu mendapat informasi terkait bandar yang menyebarkan barang haram tersebut di Morotai,” ungkap Kapolres.

Dari informasi tersebut, Polisi lalu bergerak cepat dengan mencari warga berinisial B di Desa Yayasan yang diduga menjadi bandar ganja. “Benar saja, saat dilakukan penggrebekan di kediaman warga berinisial B, petugas mendapati sebanyak 260 paket ganja siap edar. Tersangka berikut barang bukti ganja langsung diamankan ke Polres untuk dilakukan pengembangan,” lanjut AKBP A’an Hardiansyah.

Menurut pengakuan B, kata Kapolres, barang haram ini dia dapat dari rekannya di Ternate yang berada di Lembaga Pemsyarakatan (Lapas) Kelas II A Ternate. Sementara untuk tersangka lain masih dalam pengembangan. “Tersangka dikenakan pasal III subsider pasal 114 Undang-undang nomor 35 tahun 2009, dengan ancaman hukuman kurungan penjara maksimal 20 tahun dan minimal 5 tahun. Jadi, Saat ini kami sudah melakukan pemberkasan dan bakal diserahkan ke Kejaksaan,” tegasnya menutup. (tr-04/lid)

MALUTPOST.TOBELO – Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Halmahera Utara (Halut), Rabu (6/1), kembali amankan dua warga Tobelo saat sedang asik hisap narkoba jenis sabu. Dua warga Tobelo yang dibekuk tersebut, diantaranya, RS alias Eky (43) warga Desa Gosoma, Kecamatan Tobelo dan Waldi (27), Desa yang sama dengan lokasi yang berbeda.

Kasubag Humas Polres Halut, AKP Mansur Basing, saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurut Mansur, sekira pukul 01.00 WIT (Rabu dini hari), pihaknya melalui tim opsnal Sat Resnarkoba mendapatkan informasi dari Masyarakat bahwa akan terjadinya transaksi narkoba jenis Sabu.

“Saat mendapatkan laporan tersebut, tim Opsnal Sat Resnarkoba langsung bergerak menuju lokasi,” ujar Mansur kemari. Setelah sampai ke lokasi, kata Mansur, tim langsung memantau aktivitas rumah yang diduga sebagai tempat transaksi Narkoba.

“Tim melihat orang dicurigai tersebut, keluar dari rumah dan menuju ke sebuah kios untuk membeli rokok. Satu orang yang dicurigai itu kembali ke rumah, tim langsung bergerak masuk dan mendapati terduga pelaku RS alias Eky baru selesai mengonsumsi narkotika jenis sabu,” katanya. Petugas kemudian melakukan penggeledahan di rumah Eky.

Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu alat hisap (bong) dan satu sachet plastik kecil yang berbentuk kristal diduga Narkotika jenis Sabu dengan berat 0,06 gram, serta satu unit handphone. “Terduga pelaku beserta barang bukti kemudian diamankan di kantor Sat Resnarkoba untuk diperiksa lebih lanjut,” ucapnya.

Dalam pengembangan terhadap terduga pelaku Eky, polisi berhasil menangkap satu terduga pelaku lainnya atas nama Waldi (27). Waldi kemudian diamankan sekira pukul 2.15 wit, di jalan Huboto, Desa Gosoma. Untuk penangkapan Waldi, saat itu bersangkutan sementara berada dalam kamarnya dan sedang memegang alat isap atau bong.

Polisi kemudian melakukan penggeledahan dan menemukan satu sachet bening yang berisikan kristal diduga narkoba jenis sabu dengan berat 0,28 gram. “Keduanya saat ini sudah diamankan di Polres dengan status belum tersangka, karena masih menunggu hasil uji Labfor,” pungkasnya. (cr-04/lid)

MALUTPOST-TERNATE. Pengadilan Negeri (PN) Ternate kembali gelar sidang terhadap Rama A. Ismail alias Rama, terdakwa perkara tindak pidana narkotika golongan satu bukan dalam bentuk tanaman jenis sabu-sabu (SS). Sidang dengan agenda pembacaan putusan yang digelar Rabu (30/12) pekan kemarin dipimpin langsung oleh hakim ketua, Ferdinal.

Dalam sidang, terdakwa Rama dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara tanpa hak dan melawan hukum, memiliki dan menguasai narkotika golongan 1 dalam bentuk bukan tanaman, sebagaimana dakwaan kedua Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Terdakwa Rama dijatuhi hukuman pidana selama 4 tahun dan 6 bulan diikuti denda RP 800 juta. Sesuai ketentuan, apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara selama 6 bulan. Sidang dengan agenda pembacaan putusan dipimpin hakim ketua Ferdinal.

Sesuai amar putusan, hakim menyebut, masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangi seluruhnya dari vonis pidana dengan perintah terdakwa tetap ditahan dalam tahanan.

Barang bukti yang berhasil dirampas untuk dimusnahkan yakni sembilan sachet narkotika jenis sabu seberat 2,0 gram dan satu buah pembungkus rokok. Di waktu yang sama, PN juga menggelar sidang putusan terdakwa Jainal I. Mahmud alias Enal, Terdakwa penyalahgunaan narkotika golongan 1 bagi diri sendiri. Sesuai putusan, terdakwa Jainal I. Magmud divonis pidana penjara selama 2 tahun.

Hakim dengan tegas menyatakan, terdakwa Jainal I. Mahmud terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan 1 bagi diri sendiri, sebagaimana dawaan ketiga JPU. Karena itu, hakim memerintahkan, masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangi dari vonis pidana dengan perintah, terdakwa tetap berada dalam tahanan. Barang bukti yang dimusnahkan yakni dua sachet kecil narkotika jenis sabu dengan berat 1,2 gram. (mg-07/aji)