MALUT POST – TERNATE. Jaringan peredaran hingga penyalahgunaan narkotika yang melibatkan oknum warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) maupun Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lepas) menujukan lemahnya sistem keamanan dan pengawasan. Hal ini lantas menuai sorotan dari berbagai kalangan. Seperti yang disampaikan Roslan, salah satu praktisi hukum dari DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Provinsi Maluku Utara.

Dikatakan Roslan, langkah kepolisian yang berasil mengungkap keterlibatan uknum Napi di Lapas dan warga binaan di Rutan belum lama ini patut diacungi jempol. “Patut diapresiasi karena akhir-akhir ini memang hampir setiap tersangkah yang dianggap pasti ada hubungannya dengan para oknum Napi di Lapas maupun warga binaan di Rutan,” kata Roslan saat dimintai tanggapan, Minggu (7/2).

Baginya, keterlibatan oknum Napi di Lapas maupun Rutan bukti lemahnya pengawasan. Karena itu, hal ini wajib menjadi perhatian serius Kalapas, Karutan, serta Kakanwil. “Ini adalah masalah yang harus diselesaikan. Jika berbicara kasus narkotika maka sudah tentu para pelaku memiliki jaringan. Nah, besar kemungkinan jaringan ini ada di dalam Lapas maupun Rutan,” tambahnya.

Baginya, sangat tidak mungkin warga binaan atau Napi yang ada didalam rutan hingga Lapas memiliki akses ke luar tanpa ada alat komunikasi. Itu bisa dibuktikan lewat hasil sweeping yang dilakukan pihak Kanwil Kemenkumham beberapa waktu lalu. “Banyak handphone yang ditemukan dari dalam kamar Napi. Sudah tentu handphone ini digunakan untuk berkomunikasi hingga mengatur bisnis narkoba. Dan handphone tidak mungkin datang sendiri tanpa ada yang membawa masuk,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap sikap tegas dari Karutan, Kalapas hingga Kakanwil Kemenkumham agar lebih memperketat sistem keamanan dan pengawasan. “Jika ternyata ada dugaan keterlibatan oknum Sipir dalam jaringan narkotika maka harus ditindak tegas dan dimintai pertanggungjawaban pidana. Karena melakukan penyertaan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 55 KUHP. Jadi baik pengedar maupun yang turut serta terlibat ancaman pidananya sama,” tandasnya. (mg-07/aji)