Pekan Depan, Pemkot MoU dengan Pengelola Gamalama Modern

MALUT POST – TERNATE. Salah satu pusat belanja berkelas di Maluku Utara (Malut), Plaza Gamalama Modern bakal segera beroperasi. Bangunan yang berdiri di atas eks Pasar Gamalama itu, sudah mulai rampung. Hasil peninjauan Walikota kemarin, pihak ketiga tinggal fokus melakukan finishing.

Beberapa bagian lantai dan juga plafon di lantai empat dan lantai dasar, sudah selesai. Selain itu dipasangkan tangga lift serta penataan taman bagian lobi. Menariknya, bangunan berlantai lima ini, meski bentuknya terlihat sama dengan bangunan lainya, namun ada ciri khas tersendiri ketika pengunjung masuk dari lobi sampai ke lantai terakhir. Pasalnya, di setiap tiang dihiasi ornamen lampu bentuk cengkeh dan pala, yang dibuat lebih modern dan elegan.

Untuk tangga eskalator telah rampung dan aktif. Hanya saja, terkendala listrik yang belum dipasangkan tegangan tinggi, sehingga belum bisa berfungsi. Wali Kota Burhan Abdurahman, mengaku proses finishing ini akan rampung dalam waktu dekat. “Pihak ketiga targetkan tinggal 10 Februari sudah rampung, atau paling lambat tinggal 14 Februari,” akunya.

Mall ini, lanjut Burhan, akan diserahkan ke pihak ketiga untuk mengelola. Pihak ketiga yang di tujukan nanti kata Burhan, sudah punya pengalaman mengelola mall di beberapa daerah. “Sudah ada pembicaraan. Dan rencananya pekan depan sudah ada penandatanganan MoU dengan mereka (pihak ketiga, red),” kata Burhan. Lebih lanjut Burhan mengatakan, penyerahan ke pihak ketiga ini karena bangunannya mewah, yang sama dengan mall di kota-kota besar lainya. Sehingga dibutuhkan pengelolaan yang lebih profesional, sehingga selain memastikan mall ini terus berdiri, service-nya juga terjamin.

Lebih dari itu, kata Burhan. Kehadiran pusat perbelanjaan ini memberi dampak, dimana ada ratusan kerja yang terserap. Kemudian tersedianya kebutuhan warga kota dan tentu memiliki dampak PAD terhadap daerah. “Dampak lain adalah, menjadi kebanggaan warga Ternate,” tambahnya.

Burhan mengaku, kendati bangunan telah modern, namun aspek histori-nya juga dipertimbangkan. Dimana nama Gamalama masih tetap dipertahankan. Menurutnya, ini menunjukkan bahwa ada kesinambungan pembangunan dari pimpinan satu ke yang lain. “Karena itu, kita berharap, ada kelanjutan pembangunan pemimpin berikut di bagian sisi barat sampai kedepan masjid Al Munawwar. Karena itu sudah masuk dalam perencanaan. Hanya saja terkendala pada proses pembebasan lahan,” akunya mangakhiri. (udy/yun)