MALUTPOST.TERNATE Penumpukan pegawai didepan BPRS Bahari Berkesan pada Rabu (10/3), menuai sorotan dari DPRD Kota Ternate. Sebelumnya, ratusan pegawai mengantre untuk pengambilan gaji, hingga mengabaikan protokol kesehatan.

Ketua komisi I Mohtar Bian mengatakan, sebagai aparatur negara di Kota Ternate, harus memeberikan contoh yang baik. Pasalnya di tengah pandemi Covid-19, kegiatan berkerumun masih di larang. Anehnya, Pemkot justru mempertontonkan ke masyarakat.

“Bagaimana masayarakat bisa patuh, sementara para pegawai juga banyak yang melanggar. HAl ini harus ada kesadaran bersama. Kami menilai kerumunan sebagai contoh yang buruk,” sebutnya.

Mohtar menambahkan, seharusnya sejak awal sudah memberlakukan ajib pembukaan rekening bank BPRS Bahari Berkesan kepada setiap peawai negeri sipil maupun para PTT. Ini dimaksudkan agar tidak terjadi penumpukan pegawai di bank tersebut. Kata dia, jangan nanti dengan diberlakukannya sistem SIMPDA ke SIPD baru pemerintah Kota kaget. Apalagi banyak pegawai dan PTT yang menunggu penerimaan gaji, maka secara tidak langsung akan terjadi penumpukan dan protokol kesehatan pun diabaikan.

“Perencanaan dan sistem pelayanan dari pemerintah yang sangat lengah, sehingga terjadi insiden kerumunan,” tutupnya. (mg-03/yun)

MALUTPOST.SOFIFI – Gubernur Maluku Utara (Malut) Abdul Ghani Kasuba (AGK) meminta semua pihak untuk menekan angka penyebaran Corona Virus (Covid-19).

Hal ini disampaikan AGK saat memberikan sambutan di acara Launching Kampung Tangguh Kieraha, di lokasi wisata puncak Ngade, Jumat (5/2).

AGK mengutarakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut memberikan dukungan penuh atas terbentuknya Kampung Tangguh Kieraha yang dimotori Kepolisian Daerah (Polda) Malut dalam mencegah penanganan Corona Virus.

Karena menurut AGK, bagaimanapun covid-19 belum diketahui kapan berakhir. “Covid-19 belum berakhir, karena bertambahnya penularan. Jika terus meningkat, maka hanya satu kata yakni bersinergi bersatu dalam mencegah pandemi,”ungkapnya.

Gubernur dua periode ini menyatakan, prediksi awal covid-19 berakhir 2020. Namun faktanya, di tahun ini justru bertambah. Dikatakan, tak satupun menginginkan jumlah orang terpapar karena selama ini tiga hal penting sudah dilakukan yakni mencuci tangan, pakai masker dan menjaga jarak.

Selain itu seluruh pihak diminta oleh negara melakukan swab massal dan vaksin, namun kasus masih tetap bertambah. “Olehnya itu, pembentukan kampung tangguh adalah salah satu langkah posistif dalam mencegah penyebaran covid-19,” tegasnya.

Mantan anggota DPR RI ini mengaku, melaunching Kampung Tangguh Kieraha adalah bentuk perhatian Kapolda Maluku Utara terhadap kesehatan masyarakat. Karena itu, kepada pihak yang ditugaskan untuk penanganan covid-19, dapat melaksanakan tugas dengan baik. “Agar tujuan bapak Kapolri bisa berhasil. “Agar tujuan bapak Kapolri bisa berhasil. Jumlah covid bisa ditekan dan kondisi bisa kembali normal untuk negara dan bangsa kita tercinta,” pungkasnya. (din/jfr)

MALUTPOST.TERNATE – Rapid Antigen sebagai syarat untuk pelaku perjalanan, dari dan ke Maluku Utara (Malut) diperpanjang hingga 8 Februari 2021. Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Sultan Babullah Ternate Agus Heryianto menuturkan, surat edaran perpanjangan jaksa Masa Berlaku Petunjuk Pelaksana Perjalanan Orang dalam Negeri dengan Transportasi Udara dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), sudah diterima Selasa (26/1) lalu.

“Pemberlakuan surat itu mulai 27 Januari – 8 Februari tahun 2021,” kata Agus. Dia menjelaskan SE Nomor 10 merupakan kelanjutan dari SE Nomor 3 tahun 2021, yang berlaku dari tanggal 9-25 Januari. Menurut dia, kebijakan itu diperpanjang karena angka kasus Covid-19 masih tinggi. Kebijakan ini sewaktu-waktu berubah tergantung kondisi.

Selama pemberlakuan surat edaran ini, ketentuan mengenai penerapan prinsip jaga jarak (physical distansing) dalam pesawat udara kategori jet transport narrow body dan wide body, yang digunakan untuk kegiatan angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri. Sesuai dengan konfigurasi tempat duduk dan pengaturan kursi penumpang (seating arrangement) berdasarkan karakteristik penumpang maksimal 70 persen kapasitas angkut (load factor).

Sebagaimana diatur dalam SE Menteri Perhubungan Nomor SE 13 Tahun 2020 tidak diberlakukan, dengan tetap menyediakan tiga baris kursi 3 seat row yang diperuntukkan sebagai area karantina bagi penumpang yang mendadak mengalami gangguan kesehatan pada saat penerbangan (in-flight). “Ini instruksi dari pusat jadi daerah tetap tindaklanjut,” jelasnya. Untuk diketahui sejak penerapan aturan ini pertama kali 9 Januari lalu, Bandara Baabullah melakukan rapid antigen. (tr-02/onk)

MALUTPOST-TIDORE. Aktivitas belajar mengajar di Kota Tidore Kepulauan yang mulai dibuka kembali ditengah pandemi covid-19 disesuaikan dengan Standar Operasional (SOP) dan Prokes di sekolah. Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Ismail Dokumalamo Senin (23/11).

Dikatakan Ismail, SOP yang diterapkan sesuai dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan melakukan sosialisasi-sosialisasi di semua sekolah setelah pemberlakuan masa transisi menuju kenormalan baru. Dia mengatakan, imbauan Kemendikbud tidak bersifat wajib. “Jadi imbauan 2021 mulai tatap muka itu sementara disosialisasikan. Semua tergantung kesepakatan bersama antara sekolah, yayasan serta pihak orang tua,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya masih menunggu hasil kesepakatan dari tiga pihak terkait. “Jadi kalau orang tua tidak sepakat maka tidak bisa dipaksakan karena ini sifatnya tidak memaksa. Intinya sosialisasi yang sementara dilakukan tergantung kesepakatan,” tegasnya.

Aktifitas belajar mengajar yang mulai dibuka kembali juga mendapat tanggapan serius dari Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes), dr. Abdullah Maradjabessy. Dia menjelaskan, status sekolah dalam metode pembelajaran sesuai SOP, dikembalikan ke Dinas Pendidikan dan kesepakatan orangtua. “Nanti kita lihat, apakah orangtua bersedia atau tidak dengan pemberlakuan tatap muka secara normal di 2021,” ungkap Abdullah.

Sebab kata Abdullah, untuk saat ini, Tikep sudah memasuki status dengan zona orange. “Artinya masih berstatus waspada untuk covid-19, Jadi jangan mengira status covid-19 sudah menurun,” tegasnya.

Sehingga dalam kesempatan ini, ia menghimbau agar aktivitas belajar mengajar tetap mengikuti Protokol Kesehatan (Prokes) di sekolah. “Yang paling penting siapkan hingga cuci tangan untuk anak. Protokol Kesehatan sangat penting dipatuhi,” imbaunya menutup. (mg-06/aji)