APBN Hasilkan Jalan Asal-Asalan, Penegak Hukum Diminta Action

MALUT POST – TIDORE. Proses pekerjaan di ruas jalan utama Kelurahan Rum dan Rum Balibunga menyisakan masalah. Pasalnya, kualitas jalan yang kurang lebih sekitar 1 kilometer itu diduga tidak sesuai harapan. Bedasarkan pantauan, proses pekerjaan yang asal-asalan membuat kondisi jalan bergelombang dan disinyalir tidak sesuai spesifikasi teknis sehingga dikeluhkan masyarakat, terutama para pengendara. “Jalan aspal tapi saat melintas seperti di laut. Bergelombang,” keluh beberapa pengendara angkutan umum, Sabtu (9/1) kemarin.

Padahal kata mereka, jalan baru saja selesai dikerjakan akhir tahun 2020 kemarin. Informasi yang diterima dari berbagai sumber menyebutkan, proyek ini dikerjakan PT. Warga Topo Prima dengan nama pekerjaan, preservasi ruas jalan keliling Pulau Tidore atau Long Segment. Nilai kontrak pekerjaan ruas jalan utama ini bersumber dari APBN. Tidak tanggung-tanggung, besaran nilai kontrak proyek juga fantastis, yakni Rp 10,6 miliar lebih.

Selanjutnya, material seperti tanah yang dijadikan dasar aspal informasinya, didatangkan langsung dari Sulawesi. Tak hanya itu, oprit jembatan yang menghubungkan Kelurahan Rum dan Rum Balibunga juga mulai rusak. Kondisi ini lantas menuai sorotan dari berbagai kalangan. Terutama LSM Anti korupsi Maluku Utara, dalam hal ini Gamalama Corruption Watch (GCW).

Direktur GCW Malut, Muhidin mengatakan, anggaran proyek pekerjaan jalan di Kelurahan Rum sangat fantastis namun tidak sesuai harapan. Padahal kata dia, itu jalan diruas utama. Ia menduga, anggaran proyek jalan dikorupsi. Karena itu, pihaknya mendesak penegak hukum, baik Kejaksaan Tinggi maupun Polda Malut segera mengusut tuntas proyek tersebut karena telah menelan anggaran APBN yang sangat besar.

“Kejati dan Polda usut proyek ini,” saran Muhidin. Baginya, proyek jalan yang bersumber dari APBN ini dikerjakan tanpa memperhatikan mutu serta kualitas jalan. “Pekerjaan terkesan merathon karena hanya mengejar sisa waktu pelaksanaan pekerjaan. Umumnya, proyek yang dikerjakan di akhir tahin itu mutunya kurang bagus,” jelasnya.(aby/aji)