MALUTPOST-JAILOLO. Perayaan Natal di Desa Baja Kecamatan Loloda, Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara (Malut), malam tadi berujung rusuh. Sejumlah pemuda yang diduga telah dipengaruhi minuman keras (Miras), membuat onar di acara tersebut.

Informasi yang dihimpun Malut Post, Rabu (23/12) malam tadi, acara natal pemuda yang dilaksanakan di Desa Baja awalnya berlangsung aman. Namun, sekira pukul 10.00 WIT, ada sejumlah pemuda yang diduga sudah dipengaruhi minuman keras datang membuat keributan, bahkan tejadi perkelahian. Perkelahian yang awalnya melibatkan beberapa pemuda lalu meluas dan melibatkan warga yang lebih banyak dari dua kubu.

Sebagian warga yang panik dan ketakutan bahkan sudah berkumpul mencari tempat aman untuk berlindung diri.

Meski begitu, hingga pukul 01.00 WIT malam tadi, kondisi keamanan sudah mulai kondusif. Warga antara dua kubuh masih berjaga-jaga. “Kronologis kejadian yang sebenarnya kita belum cover, tapi sesuai keterangan dari Kades Baja, kondisi sudah mulai kondusif sekarang,” kata Camat Loloda Aman Syamsuddin, ketika dihubungi via telepon malam tadi. Menurut Aman, setelah mendengar informasi kejadian di Desa Baja, dia langsung menghubungi Kades Baja, namun sementara berada di Kecamatan Ibu dan hendak menuju Loloda, sehingga Kades juga masih melakukan pemantauan di TKP lewat telepon. “Saya sudah fasilitasi pihak Polsek dan saat ini anggota Polsek Loloda sudah menuju TKO,” ujarnya.

Camat sendiri belum bisa memastikan kejadian yang sebenarnya, karena masih menunggu informasi yang pasti dari Kades Baja dan pihak Polsek yang saat ini sudah menuju Desa Baja. “Pastinya kondisi di Desa Baja masih aman, bahkan anggota Koramil Loloda juga sudah menuju ke sana,” terangnya.

Terpisah Ketua SPRD Halbar, Charles Richard menyampaikan, dirinya belum menerima informasi yang pasti soal kejadian di Desa Baja, namun dirinya juga terus berkomunikasi dengan pihak aparat untuk menjaga stabilitas keamanan daerah. “Kita masih terus menggali informasi kejadian-kejadian di Desa Baja. Mudah-mudahan situasi Kamtibmas di sana sudah kondusif,” harapnya.

Politisi PDI-P Halbar ini menghimbau, agar semua pihak dapat menahan diri dan tidak terprovokasi dengan isu yang beredar saat ini, karena jangan sampai hanya karena ulah sekelompok orang, dapat memecah hubungan kekeluargaan masyarakat yang ada di Halbar. “Pastinya kita serahkan semua masalah kepada pihak yang berwajib, namun kita juga harus berikhtiar dan tidak boleh terprovokasi dengan isu-isu adu domba.

Kita semua bersaudara, jadi jangan hanya ulah sekelompok orang merusak hubungan kekeluargaan yang telah terjalin dengan baik. Saya berharap masyarakat di Desa Baja juga tetap menahan diri dan tetap waspada. Mari sama-sama kita jaga Kamtibmas,” imbaunya lagi. Amatan Malut Post, sekira pukul 01.00, dini hari tadi, anggota Polres Halbar juga sudah diterjunkan ke Loloda untuk melakukan pengamanan di Desa Baja. (din/rul)

MALUTPOST-TERNATE. Setelah melakukan aksi demonstrasi di Hiri, Aliansi Masyarakat Hiri, kemarin melakukan hearing dengan Pemkot. Hearing yang dipimpin Sekretaris Kota (Sekkot) Jusuf Sunya itu, mempertanyakan tentang perkembangan pekerjaan dermaga yang sementara berlangsung. Alih-alih mencari solusi, warga yang terdiri dari kelompok pemuda ini, ricuh dan nyaris terlibat adu jotos dengan pihak pemerintah.

Awalnya rapat berlangsung normal. Dari pihak pemerintah yang turut hadir selain Sekkot, juga sisten III Tamrin Alwi dan dinas teknis yakni Kadishub Faruq Albaar dan Kadis PUPR Risval Tribudianto. Setelah dibuka oleh Sekkot, Kadis PUPR diminta memberi penjelasan, terkait perkembangan pembangunan Dermaga yang sementara dikerjakan. Risval menjelaskan, sesuai dengan aggaran yang diakomodir sesuai dengan APBD perubahan APBD 2020 saat ini, pekerjannya terkait dengan pengerukan lokasi dermaga, juga pembangunan talud sisi utara. Fungsi dari talud ini, guna mengantisipasi jangan sampai air sungai di sisi utara meluap masuk ke dermaga saat terjadi hujan.

Pihaknya, lanjut Risval, belum berani melakukan pengerukan sampai ke bagian depan. Sebab akan mengubah bentangan alam, jika itu diubah maka butuh izin UPL dan UKL. Selain itu, dia juga menjelaskan tentang pekerjaan tahun 2021. Dimana dana yang terakomodir khusus di Dinas PUPR sebesar Rp697 juta dengan item pekerjaan pembangunan breakwater.

Kendati begitu, Risval mengaku, pekerjaan yang dilaksanakan sementara ini, belum masuk dalam perencanaan pembangunan dermaga. Sebab perencanaan menjadi kewenangan Dishub, namun penyusunannya nanti menyesuaikan pekerjaan yang telah dilaksanakan saat ini. “Kalau pengerukan dan pembangunan talud belum, harus butuh perencanaan yang besar,” ucapnya sambil memukul meja.

Suasana Rapat pun memanas. Wawan yang juga koordiantor aliansi itu, langsung melayangkan piring berisi hidangan kue, yang ada di depannya. Bahkan meja yang ada di depannya juga ikut dibanting. Sambil menunjuk Kadishub, dan mengatai bahwa Kadishub tidak pro-aktif, setiap kali konfirmasi aliansi tidak direspon.

Adu mulut pun tidak terhindarkan. Wawan bahkan nyaris melemparkan Kadishub dengan tas. Beruntung cepat dilerai. Suasan rapat pun menjadi kacau. Kadishub merasa tersinggung dan langsung pergi meninggalkan tempat pertemuan. “Saya tidak berdebat dan lebih baik saya keluar,” tegasnya, sambil turun dari tangga lantai tiga kantor Wali Kota.

Meski Kadishub telah meninggalkan ruangan, Sekkot Jusuf Sunya langsung cepat memulihkan kondisi tersebut. Dia meminta agar Kadis PUPR dan Kadishub, membuka komunikasi yang baik dengan aliansi, terkait dengan perkembangan dermaga. “Tidak bisa ditutup informasi, ketika masyarakat mempertanyakan pekerjaannya,’ pinta Sekkot. (udy/yun)