MALUTPOST.SANANA – Malang benar nasib NR (25), perempuan asal Kota Bitung Sulawesi Utara yang bekerja di Sanana Kepulauan Sula (Kepsul). Hanya karena menumpang mobil pick up, NR tewas mengenaskan setelah mobil yang ditumpanginya menabrak pagar bandara Emalamo Desa Wai Ipa Kecamatan Sanana, Minggu (21/2) malam pukul 22.00 WIT.

Informasi yang dihimpun Malut Post insiden ini bermula saat mobil pick up Suzuki Carry Hitam dengan nomor polisi DB 8431 FH yang dikemudikan DKN dan lima penumpang lain, melaju dengan kecepatan tinggi dari Desa Facey menuju ke Selatan Desa Pastina. Tiba di kawasan bandara, pick up bermaksud menyalip mobil di depannya Toyota Avansa. Namun karena kecepatannya terlalu tinggi, sopir tak bisa mengendalikan dan pick up menghantam pagar bandara.

Akibatnya sungguh tragis, NR tewas di tempat sedangkan pengemudi dan penumpang lain mengalami luka dan dilarikan ke RSUD Sanana.

“DKN mengalami luka sobek dan lebam pada mata bagian sebelah kiri. Sedangkan penumpang lain, FA mengalami luka pada bagian lutut kaki kanan, dan lebam pada dahi, IF mengalami patah kaki kanan dan kaki kiri, DA mengalami luka sobek pada bagian kepala. Sedangkan NR (Perempuan) mengalami luka robek pada bagian dahi sebelah kiri dan dia meninggal dunia. Sedangkan DA dan C mengalami luka robek serta berlubang pada bagian belakang,” terang Kasat Lantas Polres Kepsul Iptu Adil. Dia menuturkan kondisi lima korban masih kritis.

Adil menambahkan diduga pengemudi kendaraan tidak berhati-hati dan membawa kendaraan dan kecepatan tinggi sehingga tidak dapat mengendalikannya. “Barang bukti yang sempat diamankan mobil pick up merk Suzuki Carry. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 15 juta,” jelasnya.

Kata dia, bila dari hasil pemeriksaan terbukti pengemudi mobil tersebut lalai, dia bisa ditetapkan menjadi tersangka. “Bila ada dugaan lain akan terungkap dalam proses penyelidikan. Jika terbukti mabuk, maka konsekuensinya pasti ada pembertan hukuman di pengadilan. Tapi sejauh ini kita belum bisa pastikan sebab harus dilidik dulu,” tandasnya.

Saat ini, pihaknya masih fokus penyelamatan korban tewas NR dipulangkan ke Bitung menggunakan KM Karya Indah Rute Sanana-Ternate Manado, Senin (22/2) kemarin. (cr-01/onk)

MALUTPOST.SANANA – Seluruh korban puting beliung di Desa Fatkauyon Kecamatan Sulabesi Timur Sabtu (16/1) lalu, akan mendapat bantuan perbaikan rumah dari Pemkab Kepulauan Sula (Kepsul). Hal ini disampaikan Kepala Pelaksana (Kelak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepsul, saat melihat langsung kondisi rumah warga yang rusak, “Tujuan saya ke sini untuk mengetahui secara langsung kerusakan rumah warga sekaligus mempersiapkan membahas rencana kerja perbaikan rumah yang rusak,” katanya kepada warga.

Dia menuturkan distribusi bantuan dilakukan BPBD bersama TNI/ Polri hari ini (22/1). Bantuan yang diberikan berupa material seperti seng, kayu lata, paku dan alat kerja. “Semua material berupa atap seng, kayu lata, paku dan alat kerja sudah siap dan Inasya Allah besok (hari ini) ) kita bawa dan langsung kerja,” kata Hendra.

Ada 13 rumah yang akan diperbaiki. “Target kita lima sampai enam hari perbaikannya selesai,” jelas Hendra. Salah satu warga korban puting beliung Arsad Upara mengapresiasi respons Pemkab yang begitu cepat. “Kami sangat bersyukur. Kami sampaikan banyak terima kasih kepada Pemda termasuk pihak BPBD serta TNI dan Polri yang sudi membantu kami,” tuturnya.

Untuk diketahui musibah ini terjadi sekira pukul 11.00 WIT. angin datang dari arah laut dan langsung menerjang pemukiman. Berdasarkan data dari BPBD Kepsul, total ada 13 rumah warga terdapat musibah ini, satu kios dan satu SMP Satu Atap. Kerugiannya mencapai puluhan juta. (cr-01/onk)

MALUTPOST.SANANA – Angin puting beliung menerjang Desa Fatkauyon Kecamatan Sulabesi Timur Kepulauan Sula (Kepsul), Sabtu (16/1) pekan lalu. Musibah ini merusakkan rumah warga dan sarana pendidikan. Informasi yang dihimpun Malut Post, puting beliung menyebabkan empat rumah rusak parah, empat rusak ringan dan satu SMP Satu Atap Fatkauyon Sulabesi Timur juga mengalami kerusakan.

“Peristiwa terjadi sekira pukul 11.00 WIT,” kata Sekdes Fatkauyon Rakib Yoisangaji. Untungnya peristiwa ini tak sampai menimbulkan korban jiwa. Sejumlah warga mengaku angin datang dari arah laut dan langsung menerjang pemukiman. Rumah warga yang rusak antara lain milik Nurdin Drakel, Uli Faayai, dan Rustam Sanaba.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulan Bencana Daerah (BNPB) Kepsul, total ada 13 rumah warga terdampak musibah ini, satu kios dan satu SMP Satu Atap. “Kami sudah sampaikan di lokasi kejadian. Ada yang rusak ringan, sedang dan berat. Tak ada korban dalam musibah ini,” kata Kepala BPBD Kepsul, Hendra Irawan Umabaihi. “Kita belum rinci kerugiannya, Namun diperkiraan mencapai puluhan juta.” (cr-01/onk)