MALUTPOST.SOFIFI- Gubernur Maluku Utara (Malut), Abdul Ghani Kasuba (AGK) diminta mengambil langkah tegas, bila masih ada SKPD yang ditemukan belum menutup sekretariat di Ternate. Penutupan sekretariat atau kantor SKPD sementara di Ternate selama ini hanya menjadi wacana tanpa bukti nyata. Tidak pernah terealisasi. “Kami harap gubernur bisa lebih tegas, jangan gertak sambal lagi,” kata Ketua DPRD Malut, Kuntu Daud, kemarin (13/1).

Selain SKPD dan ASN Pemprov, politisi PDIP ini juga meminta instansi vertikal seperti kejaksaan tinggi dan Polda juga harus pindah di sofifi Langkah ini harus dilakukan agar Sofifi yang merupakan ibu kota Provinsi bisa cepat berkembang. “Bila instansi ini tidak mau pindah, Gubernur bisa laporkan mereka ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Untuk apa bangun Sofifi kalau tidak mau pindah ke sana,” tukasnya.

Di periode keduanya ini, Kuntu menyarankan Gubernur lebih tegas. Untuk dapat menindak ASN yang enggan ke Sofifi, AGK diminta membuat Peraturan Gubernur (Pergub). Dalam Pergub itu nanti dijabarkan soal sanksi. “Sebenarnya tanpa regulasi berupa Pergub pun Gubernur bisa perintah ASN untuk menetap di Sofifi. Hanya saja harus ada ketegasan dari seorang Gubernur,” tukasnya.

Bila semua instansi vertikal dan ASN pindah ke Sofifi, maka DPRD juga akan segera pindah. Bahkan sekretariat DPRD di Kota Ternate juga langsung di tutup. Kuntu juga menyoroti soal fasilitas perumahan yang ada di Sofifi, saat ini masih banyak yang kosong. Kalau pun sudah penuh, maka Gubernur harus memerintahkan instansi teknis untuk segera menyiapkan semua fasilitas berupa air, listrik dan tempat tinggal bagi ASN. “Jadi kalau ada fasilitas belum lengkap, maka segera dilengkapi. Jangan buat aturan pindah ke Sofifi tapi fasilitas tidak ada,” tandasnya.

Sementara Gubernur Abdul Ghani Kasuba diwawancarai menjelaskan, penutupan sekretariat di Kota Ternate agar pelayanan di Kota Sofifi bisa diefektifkan, sehingga pelayanan tidak lagi dilakukan di Kota Ternate. “Memang ada fasilitas, pelayanan juga tetap jalan dengan sistem shift. Jadi tidak semua pegawai ke Sofifi,” singkat AGK. (din/rul)