MALUTPOST.TERNATE – Angka kemiskinan di Maluku Utara (Malut) September 2020 sebesar 87,52 ribu orang atau 6,97 persen, bertambah sekitar 1,15 ribu orang dibandingkan dengan penduduk pada Maret 2020 yang hanya 86,37 ribu orang atau 6,78 persen dari jumlah penduduk Malut saat itu. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Malut Atas Parlindungan Lubis mengatakan, Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi tingkat kemiskinan di Malut periode Maret-September 2020 ada empat hal.

Pertama, pengeluaran konsusmsi rumah tangga pada triwulan III tahun 2020 hanya mengalami peningkatan sebesar 0,81 persen. Kedua, nilai inflasi selama periode Maret-September 2020 mengalami flutuasi yang relatif kecil sebesar 1,26 persen. Ketiga, terjadi peningkatan angka tingkat pengangguran terbuka menjadi 5,15 persen pada Agustus 2020 naik dibandingkan dengan angka tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2019 sebesar 4,18 persen. “Terakhir terjadi penurunan indeks NTP pada September 2020 (95,69) dibandingkan NTP pada Maret 2020 (98,33). Hal ini menujukkan terjadinya penurunan tingkat kesejahteraan petani,” jelasnya.

Dia menuturkan, presentase penduduk miskin di perkotaan pada September 2020 sebesar 5,03 persen, meningkat 0,50 poin dibandingkan keadaan Maret 2020 yang sebesar 4,53 persen. Sedangkan presentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada September 2020 naik 0,04 poin menjadi 7,74 persen dibandingkan dibandingkan Maret 2020 7,70 persen.

Selain itu, Garis kemiskinan pada September 2020 adalah sebesar Rp469.596,- atau naik sekitar enam ribu sembilan ratus lima puluh tujug rupiah (1,50 persen) dibandingkan keadaan Maret 2020 yang sebesar Rp462.639. “Periode Maret-September 2020, indeks kedalaman kemiskinan (P1) mengalami sedikit peningkatan dari 0,937 pada Maret 2020 menjadi 0,234 pada September 2020,” tuturnya.

Dia mengatakan, presentase penduduk miskin di Malut sejak September 2014 hingga September 2020 cenderung berfluaktif. Tingkat kemiskinan pada September 2014 tercatat 7,41 persen, menunjukkan pola menurun hingga September 2016 (6,41 persen). Pola yang berbeda terjadi dari Maret 2017 hingga September 2019 yang menunjukkan pola semakin meningkat. Presentase penduduk miskin terendah terjadi pada September 2015 yaitu sebesar 6,22 persen.

Menurut jumlah, penduduk miskin di Malut pada September 2014 mencapai 84,79 ribu orang yang terdiri dari 11,17 ribu orang di daerah perkotaan dan 73,62 ribu orang di daerah perdesaan. Sedangkan pada September 2020 jumlah orang miskin di Maluku Utara tercatat sebanyak 87,52 ribu orang yang terdiri dari 18,00 ribu orang di daerah perkotaan dan 69,52 rib orang yang di daerah perdesaan.

“Secara khusus jika dilihat perkembangan tingkat kemiskinan Malut periode Maret-September 2020, jumlah penduduk miskin mengalami penigkatan sekitar 1,1 ribu orang dari 86,37 ribu orang menjadi 87,52 ribu pada September 2020,” pungkasnya. (tr-02/onk)