Tanah longsor terjadi di lokasi tambang ilegal di Desa Burangga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Rabu (24/2). Bencana tersebut menewaskan tiga penambang. Lima penambang lainnya masih dalam pencarian dan 15 penambang lainnya dilaporkan selamat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam ketarangan di situs webnya, Kamis (25/2), menyebutkan tanah longsor terjadi pada Rabu (24/2), pukul 18.30 WITA. Longsor dipicu salah satunya oleh intensitas hujan tinggi dan struktur tanah yang labil di lokasi penambangan. Hujan mengguyur desa tersebut sejak pukul 17.00 WITA dan sekitar pukul 17.30 WITA longsor mulai terjadi karena air dari talang mengalir menuju lubang galian. Saat kejadian ada sekitar 100 orang yang sedang melakukan penambangan di lokasi itu.

Penambang emas ilegal tersebut tertimbun tanah tumpukan material yang berada pada sudut galian yang terjal dengan ketinggian material mencapai sekitar 20 meter. Diperkirakan sekitar 30 orang tidak bisa menghindar dan terjatuh saat akan menyelamatkan diri. Hingga malam tadi belum dapat dievakuasi karena galian lubang yang cukup dalam.

BPBD Kabupaten Parigi Moutong telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sulteng, Basarnas, TNI, Polri, Dinas Sosial Provinsi Sulteng, PMI Kabupaten Parigi Moutong dan aparat desa setempat untuk melakukan evakuasi dan pendataan. Alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi. [ah/ft]

Camat dan Kades Diminta Menudukung

MALUTPOST.TOBELO – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) bakal membenahi infrastruktur di wilayah lingkar tambang Gosowong. Hal ini ditegaskan President Direktur Haji Robert Nitiyudo Wachjo, MInggu (21/2). Perencanaan ini sesuai program yang sudah dirancang, seperti membangun desa, pemberdayaan masyarakat, sosial kemasyarakatan (Bagi-bagi sembako), membangun klinik, bedah rumah dan lainnya.

Karena itu, kepala Desa, dan camat di wilayah lingkar tambang untuk mendukung program tersebut. “Kemarin pak Haji tahan Kades Tiowor Kecamatan Kao Teluk Iskandar Hi Karim di Jakarta untuk menyelesaikan sekaligus malakukan bedah 1000 unit rumah di wilayah lingkar tambang,” ungkapnya. Desa yang akan menerima bantuan itu adalah desa yang diakui pemerintah masuk wilayah Halmahera Utara. “Jangan dikaitkan politik. Ada desa yang tidak masuk Halut, itu nanti pak Haji yang urus mereka dan kades diminta fokus di desanya,” ucapnya.

Sementara program minggu ini adlaha membagi 5000 paket yang nilainya Rp 150 ribu/ paket, kemudian minggu depan diatur untuk membagikan uang tunai kepada para jompo, janda yang usianya di atas sekian tahun dan orang miskin yang perlu bantuan. “Kepala desa lakukan sensus ya, kita bagikan sesuai list, demikian juga mengenai sembako,” ujarnya. Selain itu, peletakan batu pertama bedah rumah dari 1000 unit di 84 desa di Halmahera Utara. (rid/met)

MALUTPOST-SOFIFI. Rencana pemerintah merelokasi warga Desa Kawasi ke tempat lain lantaran desa tersebut masuk kawasan perusahaan tambang PT. Harita, mendapat sorotan dari Sultan Tidore Husain Alting Sjah.

Husain yang juga anggota DPD RI ini mengatakan bahwa pemerintah itu bukan ansich milik provinsi. Ini harus dikoordinasikan. Sebab yang hidup sebelum pemerintahan itu ada. “Ada adat di sana. Adat inilah yang merawat, bukan 10 atau 20 tahun saja. Sebab bicara soal eksistensi adat yang menjaga pulau, alam dan daerah ini sudah ratusan bahkan ribuan tahun,” ujarnya saat ditemui, kemarin (19/11).

Karenanya, dirinya meminta kepada pemerintah agar memberikan ruang untuk berdiskusi dan berbicara dengan masyarakat adat yang ada di Daerah. “Bukan malah mengambil keputusan begitu saja. Pemerintah jangan semena-mena merencanakan apa saja yang mereka mau. Tambang-tambang menyerobot lahan warga dan sebagainya ini saya sudah ingatkan,” katanya.

Menurutnya, ia sudah menyampaikan kepada Gubernur dan jajarannya agar tidak semena-mena dan tidak sesuka hati mengeluarkan izin pertambangan. “Kasihan, alam ini diwariskan nenek moyang kepada kita agar kita menjaga alam ini dengan baik. Sehingga kita juga mewariskan dengan baik kepada generasi kita ke depan,” tuturnya.

Saat ini, perusahaan tambang melakukan eksploitasi di mana-mana. Sultan mencontohkan seperti di Gebe, Kabupaten Halamahera Timur. Hadirnya tambang kata dia, tidak menambahkan orang kaya baru. Hasil tambang yang dibawa lantas memperkaya siapa.

Karena itu, dirinya akan menyampaikan masalah pertambngan ini ke kepala daerah setempat, seperti Bupati Kabupaten Halmahera Tengah, Bupati Kabupaten Halmahera Timur dan sebagainya.

Dirinya juga akan membawa masalah ini ke DPD, khususnya Komite II yang menangani masalah pertimbangan untuk dibicarakan dengan Pemerintah Pusat. “Alam ini binasa bukan hanya satu dua orang yang terima dampaknya, bukan pula manusia. Tapi makhluk hidup lainnya juga akan ikut mati, dan kelak kita dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT,” tandasnya menutup. (cr-03/jfr)