MALUTPOST-LABUHA. Seorang nelayan paruh baya asal Desa Obit, Kecamatan Madioli Utara, Halmahera Selatan, yang diketahui bernama Samad Sidik (60), ditemukan tewas mengapung di perairan Belang-belang, Bacan, pada Rabu (30/12) sekira pukul 17.20 WIT.

Informasi yang dihimpun Malut Post, Samad Sidik diketahui keluar rumah di Desa Obit, untuk pergi memancing ikan pada Senin (28/12) pagi lalu. Namun hingga malam hari, Samad tidak kunjung pulang. Khawatir, pihak keluarga langsung menyusul Samad ke tempat biasanya dia memancing. Sayangnya Samad tak ditemukan.

“Biasanya Samad setelah keluar pagi untuk memancing, dia pasti pulang sore atau jelang malam. Tapi pada Senin kemarin, Samad tidak pulang,” kata salah satu kerabatnya.

Karena malam itu Samad tak pulang pihak keluarga langsung melaporkan ke Basarnas. Setelah menerima lapora, Selasa (29/12) Basarnas lalu melakukan pencaharian. Pencarian hari pertama sia-sia. Jejak Samad tak ditemukan. Pencarian lalu dilanjutkan di hari kedua.

Tim gabungan bersama warga menyisir perairan Desa Belang-Belang, sekira pukul 17.20 WIT, kakek berusia 60 tahun itu ditemukan mengapung dalam kondisi tak lagi bernyawa. “Dia ditemukan mengapung tak bernyawa sudah meninggal,” kata Kepala Basarnas Ternate, Muhammad Arafah,kemarin (30/12).

Setelah ditemukan, jenazah korban lalu dibawa ke rumah duka di Desa Obit, Kecamatan Mandioli Utara dan diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan. “Setelah korban ditemukan tim gabungan Basarnas langsung kembali ke pos masing-masing,” jelas M Arafah. (sam/lid/rul)

MALUTPOST-JAILOLO. Mitos setiap penghujung tahun selalu ada korban berjatuhan, baik disebabkan karena kecelakaan atau musibah lainnya kembali terjadi di akhir tahun 2020 ini. Dalam dua hari belakangan, kita dikejutkan dengan kabar terjadinya kecelakaan yang menelan korban jiwa.

Sabtu (26/12) dan Minggu (27/12) akhir pekan kemarin, terjadi dua kali kecelakaan di jalan lintas Trans Halmahera, Kabupaten Halmahera barat (Halbar). Dua nyawa melayang. Kecelakan pertama pada hari sabtu, mobil Bus milik Dinas Perhubungan Provinsi Malut dengan nomor polisi B 2600 XDL terbalik. Mobil yang dikendarai Abdul Latif Usman (34) ini membawa rombongan guru Madrasah Tasanawiyah (MTs) Desa Durian Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan (Tikep). Mereka berwisata di Pantai Desa Bukubualawa, Kecamatan Jailolo Halbar.

Dalam rombongan guru itu terdapat 20 orang yang terdiri dari 3 orang balita, 5 orang anak-anak dan 12 orang dewasa. Setelah berwisata di pantai Desa Bakubualawa, sekira pukul 14.00 WIT, rombongan hendak kembali ke Sofifi. Saat tiba di jalan ruas jalan umum Desa Domato, Kecamatan Jailolo Selatan, tepatnya di jalan turunan tajam menikung ke kiri, mobil mengalami rem blong. Karena tidak bisa mengerem, mobil akhirnya menabrak beton pembatas jalan tepat di atas jembatan. Mobil pun terbalik.

Dalam kecelakaan naas itu, Defan Alfatah seorang bocah berusia 4 tahun dan Anti Ismail (26), warga Desa Durian meninggal. Tiga lainnya mengalami luka serius. Masing-masing, Hanisa Yunus (49) Jabir Masuku (50) dan Azwiah M Tero (42). Sementara 15 lainnya hanya mengalami luka ringan. “Para korban saat ini masih menjalani perawatan di puskesmas Jailolo Selatan, sementara korban yang meninggal sudah dikembalikan oleh keluarganya untuk dimakamkan,” kata Kasat Lantas Polres Halbar, AKP. Ridwan Usman.

Sehari setelah peristiwa naas itu, Minggu (27/12) kecelakaan yang nyaris sama terjadi. Sebuah mobil Pick Up dengan nomor polisi DG 8304 T, terbalik di balik tanjakan Gunung Manyasal, Desa Bukumatiti, Kecamatan Jailolo. Mobil yang dikendarai Mardewi (28) dan rekannya Ratimin (34) asal Desa Trans Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) ini diduga tak mampu menaiki tanjakan sehingga akhirnya terbalik.

“Mobil ini mengambil barang kiriman dari Manado di pelabuhan Jailolo, setelah itu menuju ke arah selatan Sidangoli dengan tujuan ke Haltim. Dalam mobil itu memuat 12 karung bawang merah, 7 karung bawang putih, 4 karung kacang hijau dan 1 karung ketumbar. Saat tiba di area Gunung Manyasal, mobil tidak mampu menanjak gunung dan langsung terbalik,” terangnya.

“Beruntungnya dalam kecelakaan ini tidak ada korban jiwa. Sopirnya hanya mengalami luka lecet dan rekannya dalam kondisi baik,” pungkasnya.

Selain Jailolo, Halmahera Barat, kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban jiwa juga terjadi di ruas jalan Trans Halmahera, Desa Gura, Kecamatan Tobelo, Halmahera Utara. Dalam kecelakaan itu dua remaja putri tewas mengenaskan. Selain jatuh dari motor, keduanya juga dilindas truk dan tewas mengenaskan. Korban masing-masing adalah Definta Sentania (17) warga Desa Gura dan Kristina Wontuwotu (17) warga Desa Gamsugi.

Informasi yang dihimpun Malut Post, peristiwa naas itu terjadi, sekira pukul 17.0 WIT. Awalnya, kedua remaja yang masih berstatus pelajar itu mengendarai sepeda motor jenis beat melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Selatan ke arah Utara. Motor dikendarai Definta sedangkan Kristina berboncengan.

Setibanya di jalan umum Desa Gura tepatnya dekat pasar Buaele, karena berkendara dengan kecepatan tinggi Definta, tak bisa mengendalikan motor yang dibawanya. Keduanya lalu jatuh dan terseret di aspal. Naasnya, saat jatuh ada mobil dump truk yang lewat dari arah berlawanan. Tak sempat mengeram kendaraan, dump truk itu lalu melindas keduanya.

Keduanya pun tewas mengenaskan, pada bagian kepala berlumuran darah segar. “Keduanya mengalami luka dibagian kepala dan tidak sadarkan diri. Bahkan diduga sudah meninggal sebelum dilarikan ke RSUD Tobelo,” kata Kasubag Humas Polres Halut Iptu Mansur Basing, Minggu (27/12) kemarin. Menurutnya, setelah mendapat informasi, Personil Lantas Polres Halut, langsung turun ke lokasi dan melakukan sejumlah tindakan. “Kalau untuk identitas pengemudi dump truk masih dalam lidik,” ujarnya.

Sesuai data Lakalantas dari Polres Halut melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas), sepanjang tahun 2020 sudah terjadi 33 kasus kecelakaan. Dari total Lakalantas ini, 32 orang dinyatakan meninggal dan 35 luka-luka. Baik berat maupun ringan.

Untuk jumlah korban lebih banyak dari kasus yang terjadi karena setiap lakalantas memakan korban lebih dari satu orang, baik menggunakan roda dua atau roda empat. Pada kecelakan itu, rata-ratanya hampir semua pengendara tidak menggunakan helm dan diduga dipengaruhi minuman keras. Kemudian, dokumen berkendara juga tidak dilengkapi. Berbagai imbauan telah dilakukan pihak Satlantas, baik secara langsung maupun melalui brosur dan pamflet terkait anjuran berhati-hati dalam berkendaraan. (din/cr-04/rul)

MALUTPOST-WEDA. Kecelakan Lalu Lintas (Lakalantas) yang menelan korban jiwa kembali tejadi di jalan poros Weda-Lelief Kabupaten Halmahera Tengah tepatnya di Desa Lukulamo, Rabu (23/12) sekira pukul 06.00 WIT. Korbannya Frengki Karangdaeng (23) warga Desa Nusliko Kecamatan Weda yang juga karyawan PT STM. Frengki tewas secara tragis di lokasi kejadian setelah menabrak seekor sapi.

Kasat Lantas Polres Halmahera Tengah IPDA Indra Fitria Ranita mengatakan sesuai keterangan saksi mata Delfianti Lube (28) warga Desa Nusliko bahwa korban mengendarai sepeda motor Honda Supra GTR 150 warna hitam tanpa nomor polisi yang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Weda menuju PT STM tempatnya bekerja. Ketika tiba di tempat kejadian perkara (TKP) mendadak ada seekor sapi yang menyebrang jalan. Korban yang melihat itu bermaksud menginjak rem untuk menghindar ke jalur bagian kanan. Sayangnya korban tidak bisa menghindari dan akhirnya menabrak sapi dan terpental di badan jalan.

Akibatnya tubuh korban mengeluarkan darah segar lantaran benturan keras. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Atas pertolongan warga korban di bawa ke puskesmas Lelief. “Setelah mendapat laporan anggota Lakalantas Polres langsung menuju TKP untuk mengumpulkan bukti dan keterangan saksi, ucap kasat. (mpf/met)

MALUTPOST-DARUBA. Setelah sepekan dinyatakan hilang usai tercebur di sungai Tiabo, Keleon Baridji (70), warga Duma, Kecamatan Galela Barat, Halmahera Utara (Halut) yang berprofesi sebagai Pendeta ini, ditemukan tak bernyawa di pesisir Pantai Dodola.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Malut Post menyebut, korban ditemukan pertama kali oleh nelayan sekitar pukul 06.30 WIT. “Sebelum ditemukan, nelayan sempat mencium bau tidak sedap. Saat nelayan mencari tau asal bau tersebut, ternyata yang ditemukan adalah sesosok mayat yang hanya menggunakan celana pendek dan tanpa baju dengan posisi tengkurap,” terang Mus, salah satu pekerja bangunan di Dodola.

Mus melanjutkan, sesaat setelah ditemukan mayat tersebut, warga yang tinggal di pulau Dodola langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari tahu identitas korban. “Beberapa warga lalu menginformasikan ke Polres Pulau Morotai untuk ditindaklanjuti,” tambah Mus.

Terpisah, Kabag Ops Polres Pulau Morotai, AKP Samsul Bahri, saat ditemui diruang kerjanya membenarkan temuan mayat tersebut. “Usai menerima laporan temuan mayat, tim Reskrim lalu turun melakukan olah TKP, sementara korban Keleon Baridji, lalu dievakuasi dan dibawa ke keluarganya di Desa Duma Kecamatan Galela,” terang Samsul.

Sebelumnya diketahui, Keleon Baridi merupakan korban tercebur di kali Tiabo bersama satu rekannya, Kamis (27/11) lalu. Keleon tercebur saat menyebrangi sungai Tiabo menuju Desa Roko, Halmahera Utara. Keduanya terseret arus, 1 orang berhasil selamat, sementara Keleon Baridji, dinyatakan hilang. Meski tim SAR dan warga setempat turun melakukan pencarian, namun hingga 5 hari, pencarian tersebut membuahkan hasil. Baru di hari keenam, korban Keleon Baridji, ditemukan tewas di bibir pantai Pulau Dodola. (tr04/lid)

MALUTPOST-MABA. Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) kembali terjadi di ruas jalan Halmahera Timur (Haltim) tepatnya di Desa Cemara Jaya Kecamatan Wasile, Kamis (26/11) sekira pukul 02.30 WIT. Kecelakaan ini membuat Yandria (21,) warga Desa Tuguaer Kecamatan Ibu Selatan Halmahera Barat tewas di Tempat Kejadian Perkara.

Kasat Lantas Polres Haltim IPTU Ikhwan, SE melalui Kasubag Humas IPTU Jufri Adam menjelaskan kejadian ini bermula saat kendaraan roda dua Yamaha Bison dengan nomor Polisi F 4189 UAH yang dikendarai Yandris dari arah utara Desa Baturaja menuju arah selatan Desa Subaim. Sesampainya di jalan umum Desa Cemara, Yandris (Korban) berkendara dengan kecepatan tinggi sehingga tidak mampu mengendalikan kendaraannya dan menabrak pembatas jalan.

Peristiwa ini membuat Yandris meninggal di tempat. Barang bukti yang diamankan adalah satu unit kendaraan roda dua merek Bison warna biru dengan nomor Polisi F 4189 UAH. “Kami mengimbau kepada pengendara roda dua maupun roda empat lebih berhati-hati mengendarai kendaraan serta sebelum mengendara, mengecek terlebih dulu kondisi kendaraannya. (ado/met)

MALUTPOST-JAILOLO. Oktovian Djaine (19) pemuda asal Desa Sasur kecamatan Sahu ditemukan tewas tak bernyawa, Rabu (25/11) sekira pukul 10.30 WIT. Informasi yang dihimpun, Selasa (24/11) korban bersama ibunya serta salah satu saudaranya tiba dari kebun sekitar 16.00 WIT setelah tiba di pesisir pantai tempat perahu mereka berlabuh, korban langsung menceburkan diri ke laut dan saudaranya mengambil perahu. Sementara ibunya menunggu di tepi pantai.

Beberapa menit kemudian, ibu dan saudara korban mendengar teriakan Oktovian meminta tolong. Sontak, saudaranya langsung bergegas memberikan pertolongan tetapi tidak berhasil, karena korban tiba-tiba hilang karena terbawa arus. “Setelah kejadian itu pihak keluarga menginformasikan kepada masyarakat untuk melakukan pencarian hingga Rabu (25/11). Lokasi yang disisir adalah pesisir pantai, namun tidak berhasil ditemukan,” kata Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Halbar Abdullah Ishak kepada wartawan, Rabu (25/11).

Setelah kejadian itu, pukul 21.00 WIT, Selasa malam, Camat Sahu memberikan informasi ke BPBD. Selanjutnya BPBD menyampaikan informasi tersebut ke Basarnas Kota Ternate. Tetapi kondisinya sudah malam, sehingga upaya pencarian baru bisa di lakukan pada Rabu (25/11) pagi. “Kami tim gabungan Basarnas-BPBD bersama masyarakat menyisir pesisir pantai TKP dan akhirnya pukul 10.30 WIT berhasil menemukan jasad pemuda Sasur yang sedang terapung dan telah tewas,” ungkapnya.

Abdullah berharap dengan kejadian seperti ini harus lebih mementingkan keselamatan. “Masyarakat yang hendak melakukan aktivitas dilaut agar selalu berhati-hati dalam berlayar, sehingga kita semua terhindar dari segala bencana yang terjadi, dan kepada keluarga korban kami memohon maaf kalau pelayanan kami terhadap pencaharian korban lakalaut di anggap terlambat dan kurang memuaskan,” pungkasnya. (din/met)