MALUTPOST.TERNATE – Kepala Dinas Perhubungan Faruq Albaar, merasa kekhawatirannya terhadap ulah oknum wartawan. Pasalnya oknum wartawan inisial JA ini mengancam, karena tidak mau mengikuti kemauannya. “Ia minta bangun lapak, permintaan itu melalui WA. saya bilang tidak bisa dan dia balas akan kasih naik berita dan lapor saya di Polda dan Kejaksaan,” aku Kadishub, sebari memperlihatkan isi WA tersebut.

Setelah dibalas tidak bisa, lanjut Faruq, oknum tersebut membalas, dengan mengatakan semua lapak harus dibongkar. Karena tidak sesuai denan nomenklatur pembangunan terminal darat angkutan umum. Faruq mengaku resah dengan ulah JA ini. Lantaran komunikasi konfirmasinya tidak seperti wartawan umumnya. Mengancam melapor dan bahkan sampai ke pusat.

“Lapak ini kenapa dibangun. Karena pembangunan konstruksi permanen terminal belum bisa dilaksanakan. Kalau konstruksi permanen, di dalam sudah ter-include semua dari lapak sampai ruang menyesuaikan. Karena belum dibangun, ada kebijakan untuk memenuhi aspirasi pedagang yang telah dikeluarkan saat pembangunan. Itu juga tidak cukup, kalau wartawan minta lagi. Saya mau bilang apa ke pedagang yang masih banyak menuntut,” tuturnya.

“Kalau konfirmasi berita, konfirmasi saja. Tidak usah dengan nada ancaman lapor. Melapor itu siapa saja berhak dan kalau ada bukti saya melakukan pelanggaran, silahkan lapor dan nanti pihak penegak hukum yang panggil saya menyampaikan klarifikasi,” tukasnya.

Sementara JA saat dikonfirmasi menyampaikan, komunikasi WA yang disampaikan itu hal yang wajar. Sebagai seorang jurnalis dan tidak salah kalau itu melanggar ketentuan dan itu dilaporkan. Karena itu, dirinya menantang Faruq, jika merasa terancam atas WA-nya maka silahkan melaporkan ke pihak penegak hukum. JA juga mengaku, lapak itu diperjual belikan seharga 7 juta per unit, yang dibangun pedagang dan bahkan ada calo yang jual 30 juta. “Saya sudah laporkan masalah ini ke Ombudsman,” tandasnya. (udy/yun)