MALUTPOST.WEDA – Kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) yang merenggut nyawa kembali terjadi. Kali ini korbannya bernama Yan Kembalang (42), warga Desa Fritu, Kecamatan Weda Utara. Yan tewas di lokasi kejadian setelah mengalami kecelakaan tunggal di tikungan tajam Desa Fidi Jaya Minggu (10/1) sekira pukul 21.00 WIT.

Apsaloun Pusung yang juga adik sepupu korban menceritakan, malam itu korban bertolak dari Nusliko menggunakan sepeda motor Jupiter Z1 warna hitam merah dengan nomor polisi 5185 NH. Sebelum pergi, Apsaloun dan keluarga di Nusliko sempat menahan korban. Mereka menyuruhnya agar besok pagi (kemarin) baru pergi. Hanya saja, korban yang kesehariannya bekerja di PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) itu tidak meladeni dengan alasan pagi ini (kemarin) ia masuk bekerja. Korban lalu mengendarai kendaraannya dan langsung bertolak ke Desa Fritu.

Sialnya, ketika tiba di tikungan tajam Desa Fidi Jaya diduga korban tidak bisa mengendalikan kendaraannya dan terperosok kedalam kali kering bersama kedaraannya dengan kedalaman kurang lebih 2,5 meter. Korban berada di dalam kali tersebut sampai pagi kemarin. Sementara Abdurahman Senok (33) warga Tidore yang tinggal di seputar lokasi kejadian menyebutkan, Senin (11/1) sekira pukul 08.00 WIT pagi kemarin, ia berjalan kaki di seputar lokasi perkara. Di sana ia melihat Police Line yang sebelumnya masih utuh ternyata pagi itu sudah putus. “Police Line itu sudah terpasang di situ. Karena di jalan itu sering terjadi kecelakaan,” ungkapnya.

Merasa curiga, saksi mata kemudian menengok ke dalam kali tersebut. Ia terkejut ketika melihat ada sebuah sepeda motor. Saksi langsung memberitahukan warga sekitar. Kemudian warga menghubungi pihak kepolisian. Mendapat informasi itu, pihak kepolisian langsung menuju tempat perkara melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Weda untuk divisum. Kasat Lantas IPDA Indah Fitria Ranita yang dikonfirmasi membenarkan kasus kecelakaan tunggal tersebut. “Iya ada kecelakaan tunggal di ruas jalan Weda-Lelief tepatnya di tikungan Desa Fidi Jaya,” ucapnya. (mpf/met)

MALUTPOST.WEDA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Tengah berencana melelang KM Faisayang. Kapal yang saat ini diparkir di pelabuhan Kota Weda itu proses pelelangannya menunggu penandatangan berkas oleh Bupati Edi Langkara. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Halteng Saiful Samad yang dikonfirmasi, Rabu (6/1).

Saiful mengatakans saat ini Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Provinsi Maluku Utara sudah selesai menghitung nilai lelang. “Jadi tinggal menunggu Bupati Edi Langkara menandatangani berkas pelelangan,”ungkapnya. Kapal tersebut di masa peemrintahan Al Yasin Ali, KPKNL sudah pernah menghitung, dan nilai lelang yang ditetapkan saat itu Rp 1,2 miliar. Hanya saja secara aturan kita harus hitung ulang.

Diketahui KM Elisabet Mulia yang dikenal dengan KM Faisayang itu diadakan Pemkab Halteng melalui Pendapatan Anggaran Belanja Daerah (APBD) 2010 kurang lebih Rp 11,5 miliar. Saat ini kapal tersebut terparkir di pelabuhan Kota Weda dalam kondisi sudah berkarat. (mpf/met)

MALUTPOST-WEDA. Seorang gadis dengan inisial Mawar (18), asal Kecamatan Weda Selatan, nyaris diperkosa MJ (28) yang merupakan warga Desa Waimili Kecamatan Gane Timur Halmahera Selatan. Kejadiannya yaitu pada Senin (4/1) sekira pukul 09.00 WIT di salah satu kebun warga tepatnya di kilometer 3. Awalnya pelaku yang menggunakan sepeda motor menghampiri korban di jalan dua jalur depan pendopo Weda dan mengajaknya naik ke sepeda motornya. Tanpa berpikir panjang, korban pun mnegikuti ajakan pelaku.

Keduanya lalu berjalan menggunakan sepeda motor ke arah rumah sakit. Setelah itu balik lagi ke Pendopo. Tak lama kemudian tersangka mengarahkan kendaraannya menuju kilometer 3. Dalam perjalanannya, pelaku menyuruh korban untuk ikut dengannya. Korban yang sudah curiga, melarikan diri di salah satu lebun warga. Pelaku pun mengejarnya dan menarik lalu mencekik leher korban dan membantingnya sebanyak dua kali.

Korban terbaring di kebun warga tersebut, kemudian tersangka membuka celana dan memasukkan kemaluannya kedalam mulut korban sampai mengeluarkan cairan. Belum puas, tersangka mencoba melucuti pakaian korba. Namun korban melakukan melakukan perlawanan dengan mencakar wajah tersangka. Selanjutnya korban berteriak histeris meminta pertolongan.

Beruntung saat itu ada seorang lelaki yang melintasi jalan tersebut mendengar teriakan korban dan berusaha menolongnya. Melihat ada orang yang datang, pelaku langsung melarikan diri. Setelah menolongnya, korban ditemani saksi mata ini melaporkan kasus tersebut ke Polsek Weda. Saat dilaporkan, petugas langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Karena diketahui pelaku berdomisili di Desa Loleo, maka polisi pun mengejar tersangka di Desa tersebut sekira pukul 12.30 WIT. Sayangnya saat itu, pelaku tidak berada di tempat.

Kemudian pukul 14.15 WIT polisi kembali mencari tersangka di rumah mertuanya di Desa Waimili Gane Timur. Di sana mereka hanya menemukan istri tersangka berada di Oba Sofifi Kecamatan Oba. Bersama istrinya, polisi langsung balik haluan ke Weda, dan menyuruh istrinya menanyakan posisi terakhir tersangka.

Setelah mengetahui keberadaannya, selanjutnya pukul 20.00 WIT polisi bersama istri tersangka yang dipimpin Kapolsek Weda IPTU Yogie Biantoro melakukan perjalanan ke Desa Loleolamo, Kecamatan Oba Tengah.

Tiba di Desa Loleolamo, petugas langsung menangkap tersangka atas bantuan istrinya. Saat itu tersangka sedang berdiri di tepi jalan poros Loleolamo Weda. Sempat melarikan diri menggunakan sepeda motor. Namun Polisi melepaskan tembakan peringatan, dan akhirnya mengamankan tersangka. “Tersangka sudah kami amankan untuk dimintai keterangan,” tandasnya. (mpf/met)

MALUTPOST-WEDA. Kasus Human Immunodeficiecncy Virus dan Acquared Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) yang terdistribusi dari beberapa Puskesmas. Yakni Puskesmas Weda 10 kasus, Puskesmas wairoro Kecamatan Weda Selatan 5 kasus, Puskesmas Banemo Kecamatan Patani Barat 4 kasus, Tepeleo Kecamatan Patani Utara 4 kasus, Puskesmas Damuli Kecamatan Patani Timur 2 kasus, Puskesmas Lelief Kecamatan Weda Tengah 2 kasus, Puskesmas Patani 1 kasus dan Puskesmas Sagea kecamatan Weda Utara 1 kasus.

“Jadi secara keseluruhannya 29 kasus,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Rijja Rajana yang dikonfirmasi, Minggu (27/12). Rijja mengatakan sesuai hasil investigasi, sebagaian besar warga yang terinfeksi penyakit HIV/AIDS ini tertular dari luar daerah. Artinya kasus ini bukan murni dari dalam daerah. Kasus ini sumbernya dari hubungan seksual,” jelasnya. (mpf/met)

MALUTPOST-WEDA. Kecelakan Lalu Lintas (Lakalantas) yang menelan korban jiwa kembali tejadi di jalan poros Weda-Lelief Kabupaten Halmahera Tengah tepatnya di Desa Lukulamo, Rabu (23/12) sekira pukul 06.00 WIT. Korbannya Frengki Karangdaeng (23) warga Desa Nusliko Kecamatan Weda yang juga karyawan PT STM. Frengki tewas secara tragis di lokasi kejadian setelah menabrak seekor sapi.

Kasat Lantas Polres Halmahera Tengah IPDA Indra Fitria Ranita mengatakan sesuai keterangan saksi mata Delfianti Lube (28) warga Desa Nusliko bahwa korban mengendarai sepeda motor Honda Supra GTR 150 warna hitam tanpa nomor polisi yang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Weda menuju PT STM tempatnya bekerja. Ketika tiba di tempat kejadian perkara (TKP) mendadak ada seekor sapi yang menyebrang jalan. Korban yang melihat itu bermaksud menginjak rem untuk menghindar ke jalur bagian kanan. Sayangnya korban tidak bisa menghindari dan akhirnya menabrak sapi dan terpental di badan jalan.

Akibatnya tubuh korban mengeluarkan darah segar lantaran benturan keras. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Atas pertolongan warga korban di bawa ke puskesmas Lelief. “Setelah mendapat laporan anggota Lakalantas Polres langsung menuju TKP untuk mengumpulkan bukti dan keterangan saksi, ucap kasat. (mpf/met)

MALUTPOST-WEDA. Kepala Desa (Kades) Loleo, Kecamatan Weda Selatan ALi Masri Latenda siap terima nasib. Pasalnya, Bupati Edi langkara memberhentikan dari jabatannya karena setiap kunjungan Pemkab Kades tidak pernah menunjukkan batang hidungnya. “Ini sikap ‘Pandang enteng’ karena selaku pimpinan Desa tidak menghargai kunjungan Pemkab didesanya,” tegas Bupati dalam rapat kordinasi dengan Camat, Kepala Desa dan instansi terkait di Aula Kantor Bupati, Senin (21/12)

Orang nomor satu di Pemkab Halteng ini meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) segera membuat surat pemberhentian. “Segera buat surat pemberhentiannya supaya besok saya tandatangani,” tegasnya. Bupati mengatakan perbedaan politik tahun 2017 lalu sudah berakhir, sehingga kades harus samakan presepsi dengan Pemerintah Daerah. ” Seluruh Kades agar bangun Desa sesuai visi misi Bupati dan wakil Bupati,” harapnya.

Sementara kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Rustam mengatakan mulai hari ini Pjs Kades Loleo adalah Camat Weda Selatan, Hairun Amir.