MALUT-POST-TERNATE Pemerintah Kota Ternate masih memiliki hutang Multi Years sebesar Rp 41.925.043.866 rupiah. Jumlah tersebut, Pemkot berencana baru akan membayar setengahnay pada akhir tahun 2021 ini, melalui APBD Perubahan. Dalam artian, Pemkot akan membayar Rp 21.925.043.866 rupiah pada akhir tahun 2021. Sementara sisanya sebesar Rp 20.000.000.000 rupiah, baru akan di bayar pada tahun 2022 mendatang.

“Dari total 41 miliar sekian itu, 21 miliar diantaranya kita bisa akomodir di tahun 2021 ini. Sementaranya sisanya 20 miliar, di reschedule untuk di bayar pada tahun 2022 nanti. Itu sudah masuk dalam KUA PPAS Perubahan,” kata kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitibangda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, kemarin (6/9).

Dia menjelaskan, langkah ini juga sudah dikomunikasi dengan para pihak ketiga. Dalam hal ini, para pelaksana yang mengerjakan paket kegiatan Multi Years.

Diketahui, tercatat ada 4 pihak ketiga yang mengerjakan mega proyek tahun 20219-20221 itu. Yakin, PT Intimkara untuk mmebangun pasar Moderen Gamalama, PT Bumi Aceh Citra Persada untuk pembangunan lanjutan reklamasi dan jalan kawasan Kayu Merah-Kalumata bagian Utara. Kemudian, PT Laleva Indah Lestari untuk pembangunan lanjutan reklamasi dan jalan kawasan Kayu Merah Kalumata bagain Selatan.

“kita sudah lakukan komunikasi secara persuasif denagn para pihak ketiga. Pak wali sudah panggil mereka semua, untuk meminta keringanan, dan sudah oke. jadi bukan tidak dibayar, tapi sisinya akan kita bayar pada tahun 2022 nanti.” terang Rizal. (tr-01/yun)

By Romario