MALUT-POST-TERNATE Sebagai kawasan terluar Kota Ternate, Batang Dua, Hiri dan Moti perlu mendapat perhatian serius dari peemrintah Kota. Masih banyak pekerjaan rumah pemerintah untuk tiga pulau terluar ini. Mulai dari pelayanan dasar seperti air bersih, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan pelayanan telekomunikasi. Semua ini sangat menunjang aktivitas masyarakat.

Merlon, seorang pemuda Kecamatan Batang Dua mengatakan, masalah yang dihadapi oleh warga Batang Dua cukup banyak. Salah satu yang paling mendasar adalah air bersih yang belum maksima. Menurutnya, saat ini air hanya terlayani dua kali dalam seminggu, khususnya di Kelurahan Mayau. Sementara kebutuhan masyarakat terhadap air ini setiap saat, karena berhubungan langsung dengan kebutuhan sehari-hari.

Di sektor kesehatan, fasilitas perlu juga diperhatikan terutama tenaga medis. Minimal penempatan dokter harus tiga orang untuk puskesmas Mayau. Sebab Kecamatan yang jauh dari pusat Kota Ternate. Selain itu, dibutuhkan sarana dan Prasarana pendukung seperti ambulance laut. “Apabila ada pasien yang emergency dan perlu mendapatkan pelayanan lebih lanjut, warga tidak terlalu khawatir untuk dirujuk ke Ternate. Kami berhadap adanya perhatian serius dari pemerintah Kota Ternate, dengan program andalan,” uangkapnya.

Di sektor pendidikan, juga masih sangat minim terutama tenaga pendidikan. Hampir rata-rata tenaga pengajar di tingkat SD, guru ASN hanya 4 sampai 5 orang saja. Sebagian besar honorer atau PTT dan honor sukarela. Demikian juga terjadi di tingkat SMP dan SMA. Masih banyak tenaga pengajar yang berstatus honorer sukarela. Selain itu, masalah lain adalah jaringan telekomunikasi, listrik yang belum sampai 24 jam, pelabuhan laut dan abrasi pantai. Menurutnya, wali kota sudah melakukan kunjungan beberapa waklu lalu dan menyaksikan sendiri kondisi Batang Dua. “Di momentum HUT RI, kami berharap agar pemkot lebih mendengar keluhan warga yang berada dikawasan terluar Kota Ternate,” terangnya. (tr-03/yun)

By Romario