MALUT-POST TERNATE Setelah disorot publik, Kejaksaan Negeri (kejari) Kota Ternate akhirnya angkat bicara terkait penanganan kasus dugaan Tindak pidana korupsi (Tipikor) anggaran kegiatan Hari Olaragah Nasional (Haornas) tahun 2018 lalu. Kepala Kejaksaan (kejari) Ternate, pendi sijabat melalui kasi Intel, Zubaidi S. Mansur saat dikonfirmasi via WhasApp pada kamis (6/5) menyatakan kasus yang sementara ditangani masih terus diproses. Bahkan dalam waktu dekat, penyidik Tindak pidana khusus (pidsus) akan mengagendakan pemanggilan terhadap mantan ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) kota Ternate, M. Tauhid Soleman yang kini menjabat sebagai kota Ternate untuk diminta keterangan. M Tauhid Soleman akan dipanggil untuk diminta keterangan karena tahun 2018 saat itu ia bertindak sebagai sekertaris kota (sekot) Ternate sekaligus Ketua TADP.

Makanya, Wakil kota Terpilih ini akan dipanggil untuk diminta keterangan sebagai saksi. “Dalam waktu dekat penyidik akan melakukan pemanggilan dan melakukan pemeriksaan terhadap mantan ketua TADP 2018 sebagi saksi, “janjinya. Meski kasus yang ditangani sudah dari tahun kemarin, namun sampai saat ini, penyidik pidsus belum juga mengajukan permintaan hasil perhitungan kerugian keuangan negara ke badan pemeriksaan Keuangan (BPK). Asalanya karena sampai peyidik masih mengumpulkan bukti tambahan sebagai bahan bagi tim auditor untuk melakukan audit. padahal dikabarkan sebelumya, selama proses penyidikan yang sedang berjalan, penyidik sudh mengjukan permintaan hasil penghitungan kerugian keuangan negara ke BPK RI, di jakarta.

“Kami belum melakukan audit kerugian negara karena masih mengumpulkan bukti tambahn sebagai bahan bagi tim auditor dalam melakukan perhitungan, “tambahnya. Ia menmbahkan, penyidik sebelum bisa berbuat banya karena terkendala pandemi covid-19. ini yang terjadi kendala penyidik untuk mengungkap kasus Haornas yang sementara ditangani. “Tapi penyidikan dalam rangka mencari alat bukti maish terus berjalan, “pungkasnya.

Dalam kasus ini, penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap7 orang saksi. Diantarnya saksi dari Kementrian pemuda dan olahraga (Dispora) kota Ternate, pejabat pembuat komitmen (PPK), pejabat pelaksana Tekins kegiatan (PPTK, bendahara dan panitia pengadaan.Sekedar diketahui, pelaksanaan kegiatan Haornas Negara (APBN) senilai RP 2,5 miliar dan Anggaran pendapatan Belanja Daerah (APBD) kota Ternate seniali RP 2,8 miliar. (tr-07/aji)

By Romario